
Jembatan Ampera Kota Palembang – Siapa yang tidak kenal dengan Ikon yang satu ini! Ya, Ibukota Sumatera Selatan yakni kota Palembang memiliki Ikon yang cukup terkenal yaitu ” Jembatan Ampera “. Namun Jembatan Ampera bukan hanya sekedar jembatan fisik, jembatan ampera mnejadi lambing penyatuaan dua sisi kota yang terpisah oleh sungai. Selain itu juga Jembatan Ampera melambangkan semangat persatuan dan kerja sama dalam membangun bangsa. Bagi Sebagian orang jembatan ampera sering disebut sebagai lambing cinta, perjuangan dan harapan masyarakat Palembang.
Sejarah dari jembatan Ampera
Nama Ampera sebenarnya adalah sebuah singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat, sebagai jargon yang popular pada masa itu. Jembatan Ampera sendiri pada masa itu bukanlah nama awal, nama awal awal jembatan ini adalah Jembatan Bung Karno, karena menghormati jasa Presiden Soekarno sebagai inisator pembangunan. Namun setelah terjadi perubahan politik pasca G30S/PKI, nama jembatan dirubah menjadi Jembatan Ampera pada tahun 1966.
Pembangunan Jembatan Ampera dimulai pada tahun 1962 dan selesai pada tahun 1965. Dana pembangunan berasal dari dana Rampasan perang dari pemerintah jepada kepada Indonesia. Proyek ini dikerjakan oleh insinyur dari Indonesia dengan bantuan teknis dari jepang.
Berikut beberapa fakta selama Pembangunan Jembatan Ampera :
- Bahan seperti Baja dan beton bertulang dikirim langsung dari luar negri.
- Dua menara utama setinggi kurang lebih 63 meter didirikan untuk menopang sistem pengangkat.
- Panjang Jembatan Ampera kurang lebih 1.117 Meter
- Lebar jembatan Ampera 22 Meter
- Bagian Tengah Jembatan Ampera bisa diangkat secara vertical menggunakan pemberat dan kabel baja.
Sampai disini mungkin sudah sedikit mengetahui tentang Sejarah berdirinya Jembatan Ampera dan beberapa fakta yang ada didalamnya, selanjutnya mari kita bahas tentang beberapa fakta dari Ampera kota Palembang
1. Jembatan Ampera dibuat oleh Dana Rampasan Perang Jepang.
Ada yang sudah tau belum ya, ternyata Jembatan Ampera dahulu dibuat loleh Dana Rampasang perang jepang bukan dengan APBN. Selain itu juga, teknisi pekerja dan alat-alat berat yang digunakan untuk membangun jembatan Ampera ini juga berasal dari Jepang, menjadikannya simbol kerjasama pascaperang antara kedua negara.
2. Jembatan Ampera dahulu pernah ada teknologi Lift Bridge nya loh.
Lift Bridge atau jembatan angkat adalah jenis jembatan yang bagian tengahnya bisa atau dapat diangkat secara vertical, hal ini bertujuan agar kapal kapal bisa melewati atau melintas dibawah jembatan dengan sempurna tanpa harus menyentuh bagian jembatan. Sistem jembatan Lift Bridge ini memerlukan Menara pengangkat dan perangkat mekanik yang kompleks, dengan komponen diantaranya kabel baja, pemberat dan mesin penggerak tentunya.
Dahulu Jembatan Ampera memiliki Lift Bridge yang berfungsi. Panjang bagian yang dapat diangkat sekitar 71,9 meter, ketinggal maksimal saat diangkat kurang lebih sekitar 35 meter dari permukaan air, berat bagian tengah sekitar 500 ton dan Waktu pengangkatan membutuhkan kurang lebih sekitar 30 menit. Namun sayag, sejak tahun 1970-an, system Lift Bridge atau jembatan angkat ini tidak difungsikan lagi, hal ini disebabkan karena meningkatnya lalu lintas darat sehingga pengangkatan jembatan menyebabkan kemacetan parah.
3. Panjang dan berat pada Jembatan Amapera.
Jembatan Amapera memiliki Panjang total 1.117 Meter, dengan bagian Utama sepanjang 71,90meter. Selanjutnya berat pada Jembarat Ampera mecapai 944 ton, hal ini menjadikan Jembatan Ampera salah satu struktur paling massif di Indonesia pada masa itu.
4. Mengalami Renovasi
Jembatan Ampera pernah beberapa kali mengalami renovasi yang terbilang besar, terutama pada tahun 1990-an dan awal 2000-an, untuk memperkuat struktur dan mempercantik tampilan.
